BATU SATAM

Batu satam adalah sejenis batu tambang yang ditemukan di area tambang timah di pulau Belitung. Batu tambang tersebut diberi nama ilmiah Billitonite. Ada penjual batu akik yang suka berkata kepada calon pembeli bahwa batu satam hanya terdapat di pulau Belitung.

Batu ini tidak akan ditemukan begitu saja di sembarang tempat, tetapi hanya bisa diperoleh di kolong tambang timah. Para pekerja tambang timah yang berpengalaman menemukannya di kolong tempat kerja di perusahaan timah.

Banyak orang mengatakan bahwa batu Billitonite berasal dari planet luar angkasa yang berupa meteor yang mengalami proses pembakaran sewaktu memasuki atmosfir bumi. Sesudah terbenam selama berjuta-juta tahun lamanya dan jadilah batu satam yang elok.

Batu satam biasanya dijadikan batu perhiasan yang dipasang di cincin, kalung atau anting-anting. Batu tambang yang keras ini berwarna hitam mengkilat, ada orang yang suka memberi ukiran di permukaannya agar tampak leibh artistik. Banyak pria atau wanita yang menyukainya.

Orang percaya bahwa batu satam bisa memberi kepercayaan diri buat pemiliknya, membuat tuannya tampil lebih anggun dan memukau. Banyak pebisnis atau dermawan yang berduyun-duyun memburu batu tambang ini, baik yang ditawarkan oleh kolektor di kota metropolitan atau langsung mencarinya di pulau Belitung. Kalau dibeli dari para kolektor, barangkali harganya bisa setinggi langit, sebab batu yang dikoleksi termasuk yang bermutu tinggi.

Dipercayai bahwa batu satam memiliki daya supranatural untuk menolak segala macam pengaruh negatif. Orang yang memakainya bisa terhindar dari pengaruh santet, tenung atau guna-guna. Selain itu juga diyakini mempunyai daya magnet asmara yang dasyat, baik pria atau wanita yang mengenakannya akan mudah menemukan jodoh.

Bukan saja turis domestik yang menyukainya, akan tetapi banyak juga turis asing yang ingin mempelajari struktur fisik dan daya magis yang tersembunyi di batu tersebut. Banyak dari mereka yang membelinya dan dijadikan sovenir agar selalu dapat mengenang hari-harinya sewaktu berlibur dan bertamasya di pulau Belitung. Akan sangat berarti buat orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap batu-batuan yang unik.

Agar batu satam selalu berkilau, ada sebagian pemilik yang merendamnya di air yang terdiri dari tujuh macam kembang selama semalaman di malam bulan purnama. Setelah itu baru diasapi dengan gaharu atau kemenyan yang berkualitas tinggi. Batu itu mesti disimpan dalam kotak khusus yang bersih yang diberi kain wul jika tidak dipakai. Barangkali itu hanya kepercayaan belaka atau memang begitu seharusnya, mungkin saja ada orang yang ahli dalam bidang batu-batuan yang sudi mempelajarinya secara lebih teliti dan progresif. Pada suatu saat di hari mendatang, diharapkan bisa menguak segala macam misteri yang terkandung dalam batu tersebut yang dikatakan berasal dari luar angkasa.

~~~~~~

Oleh Djiman Tendra

This entry was posted in Mandarin. Bookmark the permalink.

Comments are closed.